49
hari dari sekarang.
Aku
masih mengharapkan untuk bisa bertemu denganmu. Untuk yang terakhir kalinya mungkin.
Aku tahu kamu masih marah gara-gara pesan yang aku tulis. Dan aku sangat
menyesal. Aku harap kamu masih mau bertemu denganku walaupun hanya sebentar. 5
menit, 10 menit. Aku mengaharapkan lebih dari 60 menit. Hah??! What I think?
Yes, itu mau aku bukan maumu. Apa pedulimu dengan mauku? Toh kamu masih marah
sama aku.
Entah
apa mauku begitu ingin bertemu denganmu. Hubunganpun gak ada. Perasaan ini gak jelas. Seperti ada sesuatu yang belum
terlepas. Mengonggok diam tapi semakin membesar. Kamu tahu itu apa? Itu adalah
rindu. Rindu ini masih menggelayuti hatiku. Memaksaku untuk terus memikirkanmu.
Sampai kapan?
“Aku cuma pingin
ketemu kamu, itu aja. Tapi kalaupun itu gak ganggu waktumu”. Itu adalah pesan terakhirku
yang sampai sekarang gak pernah ada balasan darimu. Kamu tahu? Aku masih
menunggu. Mungkin ini benar-benar rindu, sampai tadi malam aku memimpikanmu. Di
mimpipun kamu enggan bertemu denganku. Hah??! Sepertinya memang kita tidak
diperbolehkan untuk bertemu besok. Tapi siapa peduli? Aku egois? Iya memang aku
akui itu. Tapi percayalah, aku memang benar-benar merindukanmu.
Entah
apa yang akan aku lakukan jika aku sudah bertemu denganmu. Melihati matamu
sampai air liurku meleleh tanpa aku sadari? Berlari untuk memelukmu tanpa
peduli tatapan orang lain? Walaupun itu hanya 2 menit, sesuai dengan janjiku
waktu itu. Kalaupun kamu masih mengingatnya. Mungkin akan kulakukan. Atau hanya
berdiam diri seperti patung dadakan? Aku masih belum memikirkan itu.
Aku
terlalu menjaga gengsiku untuk sekedar bertulis pesan “hai” atau “apa kabar?”.
Aku hanya gak mau mendapat balasan yang sepele.
Aku
gak tahu apa yang aku harapkan dari ini semua. Yang jelas bukan untuk
memilikimu. Tapi rindu ini masih bertuankan kamu. Aku harap rindu ini akan
kembali pada tuannya 49 hari lagi.
bersambung
Hug n Kiss
Tyas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar