Hai masalalu, apa kabar?
Kamu memang masih ada, setiap waktu.
Aku tidak menyesalimu tapi bukan berarti aku
bangga dengan itu.
Suatu ketika aku sangat benci dengan diriku
sendiri, sempat menyesali kenapa harus terjadi padaku. Kenapa tidak orang lain?
Sampai aku berpikir seandainya waktu itu aku
tidak bertemu denganmu, seandainya waktu itu aku sibuk dengan urusan lain
sehingga aku bisa mengalihkan akan apa yang aku sesali.
Mungkin itu adalah sesuatu yang buruk. Sangat
buruk.
Dan aku sempat sangat menyesalinya. Sangat.
Dan sangat.
Tapi aku bisa apa? Mengindar pun aku tak
sanggup!
Sampai hari ini kamu masih ada, setiap waktu.
Aku tidak lagi menyesalinya. Aku pikir
itu hanya membuang-buang waktuku. Memikirkan sesuatu yang tak bisa lagi diubah.
Hanya menyisakan sesal.
Aku mulai menerima, aku move on. Dan itu
berhasil. Aku bisa lebih bahagia. hati aku tak lagi sesak.
Karena aku menerimanya.
Karena itu adalah bagian dari rencana Tuhan.
Garis hidup aku. Sebagian kecil dari 100% cerita hidup aku.
Aku harus melewati semua itu agar aku bisa menjalani masadepanku dengan lebih baik. Agar aku bisa menyikapai setiap
permasalahan dengan lebih bijak.
Dan aku bersyukur karena Tuhan percaya
padaku. Aku bisa melewati semua itu.
Dan terbukti aku bias.
Terimakasih Tuhan atas pelajaran hidup yang
begitu berharga.
Ternyata berdamai dengan masalalu tidaklah
sulit, hanya membutuhkan waktu.
Kamu tidak harus melupakan entah itu
masalalumu yang buruk atau gelap sekalipun.
Janganlah menyesal atas apa yang telah kamu
lakukan tapi hasilnya tidak seperti yang kamu harapkan. Karena itu pilihan dan
keputusanmu. Belajarlah untuk menerima konsekuensi dari setiap keputusan yang
kamu ambil.
Jangan terlalu banyak berpikir seandainya
begini – seandainya begitu. Itu hanya akan membuang-buang waktu berhargamu.
Inilah hidup. Kadang terlalu banyak pilihan.
Dan kita tidak tahu apakah pilihan itu tepat atau tidak sampai kita memilih. Kita hanya bisa memilih satu. Entah itu baik atau buruk kita harus menjalaninya dengan
keiklasan hati, tanpa menyesal, tanpa berkata “seandainya kemarin aku pilih….”,
“kalau aja waktu itu aku……”. Terimalah konsekuensi itu.
Pahamilah, dibalik semua itu pasti ada hikmah
dan manfaat untuk hidupmu, akan ada satu pelajaran hidup yang kamu terima
setelah melewati masa itu. Dan kamu akan berterimakasih kepada Tuhan karena
telah mempercayaimu bahwa kamu bisa melewati semua itu dengan baik.
Jalanilah hidupmu dengan baik, dengan cara
yang baik, dengan penerimaan yang baik, penyelesaian yang baik dan kamu akan
merasakan hasil yang baik.
Jangan melupakan masalalumu karena dia adalah
guru terbaik dalam perjalanan hidup.
Berdamailah dengan masalalumu, dan kamu akan
bahagia.
Hug n kiss
Tyas
tyas tulisannya bagus dan maknanya dalam banget :)
BalasHapusHeheehee makasih mba Yenni, itu juga lagi belajar nulis mba.. makasih juga udah mampir diblog aku.. salam kenal yaaah mba :)
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus