Hai,
Kali
ini aku mau coba nulis resensi novel. Ini satu-satunya novel yang aku beli
ditahun 2014 (kayaknya bakal beli banyak novel lagi besok-besok :D). Aku beli
novel karya Tere Liye, Rindu. Mungkin ini novel terbarunya soalnya dipajang
dideret pertama Best Seller di Gramedia. Sebelumnya aku belum pernah baca novel
karyanya Tere Liye. Aku pikir Tere Liye itu cewek lohh, tapi ternyata setelah
cari biografinya di website, jeng jeng jeeeenngg ternyata cowok..ahahaaha
Ok,
back to topic.
Novel
ini lumayan tebel, 544 halaman. Aku bacanya pelan-pelan gak terlalu target
harus kelar kapan. Here
we go!
Novel
ini bercerita tentang perjalanan panjang para jamaah haji Indonesia dengan
menggunakan kapal Blitar Holland di penghujung tahun 1938. Masih tujuh tahun
lagi Indonesia Merdeka.
Pelabuhan
pertama yang kapal Blitar Holland singgahi adalah Pelabuhan Makasar, setelah
itu Pelabuahan Surabaya, Semarang, Batavia, Lampung, Bengkulu, Padang, dan
terakhir Pelabuhan Banda Aceh.
Hari
demi hari, minggu berganti minggu berlalu. Di perjalanan panjang itu ada
pertanyaan-pertanyaan yang belum mereka temukan jawabannya. Satu persatu
pertanyaan itu mulai muncul. Tentang masalalu yang begitu kelam, kebencian, kehilangan
orang yang kita cintai, tentang cinta sejati, dan kemunafikan. Semua akan
dijawab satu persatu dengan sangat bijak oleh Gurutta ahmad Karaeng seorang
tokoh yang sangat disegani oleh seluruh penumpang kapal Blitar Holland.
Masalalu yang Kelam
Di
novel ini, salah satu tokohnya mempunyai masalalu yang sangat kelam. Yaitu
seorang mantan pelacur. Dia selalu resah, takut ada seseorang didalam kapal
yang mengetahui identitas dirinya bahwa ia seorang mantan pelacur. Dia selalu
berusaha menutup diri.
“Apakah
Allah akan menerimaku di Tanah Suci?”. Suatu ketika pertanyaan itu lolos dari
mulutnya.
Gurutta
Ahmad Karaeng menjawabnya dengan
hati-hati, mencari cara terbaik untuk menjelaskan.
“Pertama, kita keliru sekali jika lari dari kenyaaan hidup, Nak. Aku tahu,
limabelas tahun menjadi pelacur adalah nista yang tidak terbayangkan. Tapi
sungguh, kalau kau berusaha lari dari kenyataan itu, kau hanya menyulitkan diri
sendiri. Ketahuilah , semakin keras kau berusaha lari, maka semakin kuat
cengkeramannya. Semakin kencang kau berteriak melawan, maka semakin kencang
pula gemanya menatul, memantul, dan memantul lagi memenuhi kepalamu.”
“Cara terbaik menghadapi
masalalu adalah dengan dihadapi. Berdiri gagah. Mulailah dengan damai menerima
masa lalumu. Buat apa dilawan? Dilupakan? Itu sudah menjadi bagian hidup kita.
Peluk semua kisah itu. Berikan dia tempat terbaik dalam hidupmu. Itulah cara
terbaik mengatasinya. Dengan kau menerimanya, perlahan-lahan, dia akan memudar
sendiri. Disiram oleh waktu, dipoles oleh kenangan yang baru yang lebih
bahagia.”
“Kita tidak perlu membuktikan
apapun kepada siapapun bahwa kita itu baik. Buat apa? Sama sekali tidak perlu.
Jangan merepotkan diri sendiri dengan penilaian orang lain. Karena toh,
kalaupun orang lain menganggap kita demikian, pada akhirnya tetap kita sendiri
yang tahu persis apakah kita memang sebaik itu.”
“Apakah Allah akan menerima
seorang pelacur di Tanah Suci? Jawabannya, hanya Allah yang tahu. Kita tidak
bias menebak, menduga, memaksa, merajuk, dan sebagainya. Itu hak penuh Allah.
Tapi ketahuilah Nak, ada sebuah kisah sahih dai Nabi kita. Mungkin itu akan
membuatmu lebih mantap.”
Dalam hadist yang diriwayatkan
oleh Bukhari dan Muslim, ‘Suatu saat ada seekor anjing yang berputar-putar
disekitar sumur. Anjing itu hamper mati karena kehausan, dan dia tidak bias
mengambil air di dalam sumur. Kemudian, datanglah seorang pelacur dari Bani
Israil yang melihat anjing itu. Pelacur itu melepas sepatunya dan mengambilkan
air untuk anjing itu, dan ia pun meminumkannya kepada anjing itu. Maka,
diampunilah dosa pelacur itu lantaran perbuatannya itu.”
Tiap manusia pasti punya masalalu ya, baik atau buruk masalalu itu adalah bagian dari hidup. Yang terpenting dari semua itu adalah kita harus move on, lihatlah masadepan. karena waktu tak akan berputar kembali ke masalalu. Masalalu boleh kelam tapi tidak untuk masa depan :D
Ini baru part #1, kemungkinan ada 5 part. Semoga punya banyak semangat untuk nerusin yaa..hahaha
See you
Tyas